Perumahan Griya Mulia

PORTFOLIO

Griya Mulia Sawangan

PROJECT DETAIL

Pengembang : Griya Mulia Property (PT BPRS Mulia Berkah Abadi)
Lokasi : Sawangan Depok, Jawa Barat
Luas : ± 10 H
Tahun Pelaksanaan : 2018
Harga Rumah : Rp.350,000.000 – Rp. 800.000.000

Griya Mulia Sawangan

Tak perlu diragukan lagi, saatnya anda memiliki Perumahan Muslim modern merupakan hunian dilokasi yang ramai dengan penduduk yang ramah aman dan nyaman.

Griya Mulia Sawangan merupakan hunian yang berada di lokasi segitiga emas berbatasan antara depok-bogor-tangerang selatan, fasilitas lengkap dekat dengan sekolah mulai dari SD/SMP/SMA Negeri dan Swasta, dekat dengan pesantren, transportasi yang mudah  10 menit tol cinere serpong, tol BORR tahap III, dekat dengan terminal antar kota antar provinsi, pasar tradisional dan swalayan ternama.

Pilihan type rumah mulai dari 36/60 (1 lantai) dan tersedia pilihan rumah type 2 lantai. GRIYA MULIA SAWANGAN (smart choice of home in the city of depok).

Lokasi lainnya

Tampak Depan

LOGO GRIYA MULIA putih
LOGO GRIYA MULIA putih
LOGO GRIYA MULIA putih
LOGO GRIYA MULIA putih
LOGO GRIYA MULIA putih

Tampak Teras

Ruang Tamu dan Keluarga

Kamar Tidur 1

Kamar Tidur 2

Apa yang membuat Griya Mulia Sawangan berbeda?

1. Hunian yang berada di lokasi segitiga emas berbatasan antara depok
   -bogor-tangerang selatan.
2. Fasilitas lengkap dekat dengan sekolah SD/SMP/SMA (Negeri, Swasta
    & pesantren)
3. Akses jalan hanya 10 menit tol cinere serpong, tol BORR tahap III.
4. Transportasi umum, dekat dengan terminal antar kota antar provinsi.
5. Akses belanja, dekat dengan pasar tradisional dan swalayan ternama.

Apa yang tawarkan?

1. Pilihan type rumah mulai dari 36/60 (1 lantai)
2. Tersedia pilihan rumah type 2 lantai.
3. Design rumah terkini dan terkesan modern.
4. Sistem keamanan yang awasi oleh satu gerbang.
5. Sudah disediakan pembiayaan yang terjangkau dan tdk memberatkan.
6. GRIYA MULIA SAWANGAN di develop oleh perusahaan yang sudah
   lama dan profesional membangun perumahan.

Silahkan kunjungi website griyamuliasawangan.com untuk melihat lebih detail.

Bisnis Developer Properti adalah Bisnis yang Padat Modal, Kenapa saya katakan bahwa bisnis bisnis developer properti adalah bisnis yang padat modal? Karena untuk mengembangkan sebuah proyek properti dibutuhkan modal besar. Kebutuhan modal utama yang wajib disediakan adalah uang untuk mengakuisisi lahan. Contohnya, jika ada sebidang tanah seluas 5.000 m2 dengan harga 500.000 rupiah per-m2 maka Anda harus menyediakan uang 2,5 milyar rupiah. Itu untuk mengakuisisi tanahnya saja, belum lagi untuk mengurus legalitas seperti sertfifikasi—jika tanah belum bersertifikat—mengurus perijinan, membuat perencanaan, mengerjakan persiapan lahan supaya lahan menjadi lahan siap bangun dan membangun sarana dan prasarana proyek beserta membangun unitnya. Itu hanya sebuah contoh kecil, jika lahannya lebih luas dan harganya lebih mahal maka Anda butuh biaya yang lebih besar lagi. Bisnis Developer Properti adalah Bisnis Jangka Panjang, Bisnis developer properti adalah bisnis jangka panjang. Panjangnya waktu pengelolaan proyek karena banyak tahapan yang harus dilalui oleh seorang developer dalam mengembangkan proyek, dimana setiap tahapan membutuhkan rentang waktu tertentu. Contohnya sebuah proyek properti dalam skala sedang dengan luas lahan sekitar 1 hektare, sekurangnya membutuhkan waktu kelola 24 bulan. Sedangkan untuk proyek yang lebih besar memerlukan waktu lebih lama lagi. Pendekatan yang bisa Anda gunakan adalah 1 tahun untuk 1 ha. Jadi apabila proyeknya seluas 3 ha maka diperlukan waktu kurang lebih 3 tahun untuk menyelesaikannya. Begitu seterusnya. Namun untuk proyek yang lebih kecil dari 2 ha Anda tidak bisa menggunakan pendekatan ini. Misalnya luas proyek Anda 1 ha, maka Anda tidak bisa menetapkan jangka waktu proyek 1 tahun, minimal 18 bulan. Untuk proyek dengan luasan yang lebih kecilpun—misalnya 5000 m2, 3000 m2—Anda harus menetapkan jangka waktu proyek minimal 18 bulan. Proyeksi lamanya waktu pelaksanaan proyek di atas adalah perencanaan yang moderat. Namun tidak tertutup kemungkinan proyek selesai lebih cepat atau lebih lama. Umumnya cepat atau lambatnya pengerjaan proyek tergantung kepada penjualan. Jika penjualan bagus, maka proyek cepat selesai begitu sebaliknya, jika penjualan proyek tidak sesuai dengan keinginan menyebabkan proyek lambat selesainya, tertatih-tatih, bahkan mangkrak.